Budgeting & Tabungan
Apa itu Zero-Based Budgeting?
Penjelasan lengkap
Sisa nol dalam zero-based budgeting bukan berarti menghabiskan seluruh uang untuk belanja. Artinya, setiap rupiah yang masuk sudah diberi tugas spesifik di awal bulan: sebagian untuk kebutuhan pokok, sebagian untuk tabungan, sebagian untuk dana darurat, dan sebagian untuk hiburan.
Ketika ada sisa uang Rp300.000 yang tidak jelas posnya di rekening, uang tersebut hampir selalu habis tanpa disadari. Metode ini menutup celah tersebut dengan memberi label pada seluruh penghasilan.
Jika di tengah bulan satu kategori belanja membengkak, kamu wajib mengambil alokasi dari kategori lain yang masih longgar, sehingga total pengeluaran bulanan tidak pernah melampaui pemasukan.
Contoh
Dari gaji bersih Rp6.000.000, kamu mengalokasikan Rp3.500.000 untuk kebutuhan, Rp1.200.000 untuk tabungan, Rp800.000 untuk keinginan, dan Rp500.000 untuk sinking fund hingga sisa uang yang belum dialokasikan menjadi Rp0.